Kamis, 14 Februari 2013

Jenis Jenis Majas dan Contohnya (Bahasa Indonesia)


       Majas dapat didefinisikan sebagai cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain (KBBI). Namun secara umum majas dapat pula dikatakan sebagai gaya bahasa atau cara yang digunakan oleh penulis untuk menimbulkan efek tertentu pada pembaca. Cara yang digunakan pun sangat beragam. Majas dalam bahasa Indonesia dibagi atas empat jenis, yaitu:
1.    Majas perbandingan
2.    Majas pertentangan
3.    Majas sindiran
4.    Majas penegasan

                 Majas perbandingan merupakan majas yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan membandingkannya dengan sesuatu yang lain. 
1.    Majas Personifikasi yaitu majas yang digunakan untuk memperjelas maksud dengan menjadikan benda-benda yang digambarkan dapat berlaku seperti manusia.  Contoh : Nyiur melambai-lambai, matahari keluar dari peraduannya, awan hitam mengukir langit.

2. Majas Asosiasi yaitu majas yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya (memiliki persamaan sifat). Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

3. Majas Metafora, adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan
                Contoh :
o  Kapan saudara berjumpa dengan lintah darat itu?
o  Aku sungguh takjub melihat kecantikan bunga desa itu.
o  Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
o  Raja siang keluar dari ufuk timur
o  Jonathan adalah bintang kelas dunia.
o  Harta karunku (sangat berharga)
4.    Majas Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

5.    Majas Sinestesia: yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.

6.    Majas Metonimia, yaitu majas untuk mengemukakan sesuatu dengan menggantikan dengan sifat, atau nama, atau sesuatu yang merupakan ciri khas dari benda-benda tersebut.
     Contoh : Saya pergi ke Jakarta naik Garuda.
7.    Majas Eufemisme, yaitu majas untuk mengemukakan pikiran atau perasaan dengan menggunakan kata-kata dengan arti yang baik dengan maksud agar tidak menyinggung perasaan orang. Eufemisme dapat pula berupa ungkapan-ungkapan penghalus untuk menggantikan  kata-kata yang dirasakan kurang sopan.
Contoh :
1.) Sejak ditinggal suaminya, ia agak kurang waras
2.) Kemampuan Andi dalam memahami pelajaran agak lamban.
8.    Majas Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.

9.    Majas Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular yang menggeliat.
10.    Majas Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
11.     Majas Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
12.    Majas Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata. contoh:Kita bermain ke rumah Ina.
13.  Majas Sinekdokhe, adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
1. Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian. Contoh:
1. Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
14.    Alegori
          Alegori adalah Majas yang menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
          Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
          Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
15.    Majas Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”. Membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

16.    Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a)   Ia terkenal sebagai buaya darat.
b)   Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
c)   Melati, lambang kesucian


B. Majas Pertentangan 
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
     Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?
5.    Majas Oksimoron : adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis

6.    Majas Anakronisme : Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)
7.    Majas Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai
8.    Majas Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Contoh: Andi mengundang semua temannya, kecuali Dono.

C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, tidak pernah mengerjakan tugas.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
4) Majas Satire Adalah ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
5) Majas Innuendo Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya

D. Majas Penegasan
     Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
c) Bagi yang telah dipanggil namanya, silakan maju ke depan.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam
sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan
kata bersinonim.
Contoh:
a)  Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut turut dan makin lama
makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut turut yang makin
lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.


7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban.
Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan
8)   Majas Koreksio Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
9)    Majas Asindeton  Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
10)  Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung. 
11) Majas  Interupsi  adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
12) Majas Eksklmasio  Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
13) Majas Enumerasio Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
14)  Majas Silepsis dan Zeugma Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain, sebenarnya hanya salah satunya yang mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
15) Majas Apofasis atau Preterisio Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
15) Majas Aliterasi:  Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
16)  Majas Paralelisme: Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris  atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang
18) Majas Antanaklasis adalah yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
19)  Majas Anastrof atau Inversi  Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
20) Majas Retoris Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
21) Majas Elipsis Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
22) Majas Alonim Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23) Majas Kolokasi Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24) Majas Pararima Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
25) Majas Preterito Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
26) Majas Sigmatisme Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.

Dari berbagai sumber
                                                                                    

Contoh text Moderator


Yang kami hormati Ibu Martha Tilaar selaku pemakalah
Yang kami hormati pula saudara Hikmah sekarningtyas selaku notulis
serta mahasiswa – mahasiswi fakultas farmasi dan hadirin undangan diskusi yang berbahagia

Assalamualaikum Wr. Wb
Baiklah saudara-saudara mahasiswa dan para tamu undangan diskusi, marilah kita buka pertemuan pagi ini dengan terlebih dahulu mengucap puji syukur kehadlirat Allah SWT,  atas rahmatnya kita dapat berkumpul di gedung ekslusif ini untuk membahas masalah pemalsuan produk obat-obatan terutama produk kecantikan di pasaran.
Kedua kalinya saya sebagai moderator mengucapkan Selamat datang bagi saudara-saudara mahasiswa fakultas farmasi dari seluruh Indonesia dan hadirin undangan diskusi yang telah hadir pada Diskusi yang menarik ini, yang dilaksanakan di gedung yang juga ekslusif, yaitu Gedung serbaguna fakultas farmasi UNAIR.
Saudara-saudara yang kami hormati, sebagimana tercantum dalam undangan, diskusi kali ini mengambil tema sentral mengenai  “Pemalsuan produk-produk kecantikan di pasaran” Untuk itu semua tentu sangat membutuhkan informasi sekaligus upaya untuk menanggulangi masalah tersebut sehingga  tidak menimbulkan masalah baru.
Diskusi yang menarik ini dilatarbelakangi oleh adanya keprihatinan kita pada pemalsuan produk produk kecantikan yang banyak beredar di pasaran, yang dewasa ini banyak menimbulkan berbagai masalah baik bagi pihak farmasi, produsen serta masyarakat konsumen. Oleh karena itu, diskusi kita hari ini akan bertujuan untuk mengungkap masalah pemalsuan produk obat obatan terutama produk kecantikan agar tidak banyak lagi menimbulkan masalah, yang kedua untuk menarik minat para mahasiswa jurusan farmasi untuk menggali pengetahuan lebih dalam mengenai produk kecantikan yang baik, dan mencari upaya-upaya untuk menanggulangi masalah pemalsuan produk-produk kecantikan.
Sebelum memasuki masalah intinya, perkenankanlah saya sebagai moderator untuk memperkenalkan diri, tak kenal maka tak sayang bukan? Nama saya ...... , saya anak pertama dari dua bersaudara. Alhamdulillah sekarang saya sedang berusaha menyelesaikan studi saya di semester 6 jurusan apoteker dan ahli farmasi Universitas Airlangga, 7 bulan terkahir saya bekerja sebagai asisten apoteker di RS. Dr. Ramelan Surabaya. selain itu, akhir akhir ini saya juga banyak bergabung dalam beberapa organisasi, sekarang saya sedang menjabat sebagai ketua Remas di masjid At-taqwa JL. Darmo Surabaya. Beberapa prestasi yang pernah saya raih adalah juara 1 english story telling contest tingkat provinsi tahun 2011, English debate contest se jawa bali tahun 2011 dan juara 1 duta air tingkat provinsi jawa timur tahun 2010. Untuk memperlancar kegiatan diskusi pada pagi yang meriah ini, Saya sebagai moderator akan berusaha memandu acara hingga selesai.
Untuk menyemarakkan acara diskusi, sengaja kami undang dan telah hadir di tengah tengah kita seorang pakar kecantikan yang akan berbicara mengetengahkan buah pikiran dan pendapatnya
bernama ibu Martha tilaar. beliau lahir 75 tahun yang lalu, pada 4 september di Kebumen Jawa Tengah. Beliau adalah seorang pengusaha terkemuka Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang yang tidak asing di telinga kita semua, Sariayu Martha Tilaar. Beliau memiliki empat orang anak, yaitu Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar,Wulan Tilaar, dan Kilala Tilaar setelah dipersunting oleh bapak H.A.R Tilaar. Ibu Martha tilaar adalah sosok wanita yang pantang menyerah dan tak kenal lelah. Beliau pula sosok yang begitu berjasa dalam meningkatkan produk produk kecantikan dalam negeri. Saat kebetulan, suami beliau mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. beliau pun mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS.
Begitu lulus dari akademi kecantikan, beliau segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam. Beliau memiliki segudang pengalaman di luar negri khususnya yang berkaitan dengan kecantikan. Pendidikan yang pernah dienyamnya adalah SD St. Theresia, Jakarta tahun 1949, SMP St. Theresia, Jakarta lulus pada tahun 1955, lulusan SMA St. Ursula, Jakarta tahun 1957, kemudian melanjutkan studinya di IKIP Jakarta, mengenyam beberapa kursus kecantikan di Jakarta, Bangkok, Hongkong, Tokyo, London, Paris dan yang terkahir New York.
Jabatan yang pernah disandangnya adalah Karyawan Campes Beauty Salon, Indiana Universty, AS, beliau juga pernah berkarir sebagai guru dan dosen di Universitas IKIP Jakarta, berpengalaman berkarir sebagai direktur perusahaan perusahaan kecantikan dan pernah menjabat sebagai Doktor Kehormatan bidang Fashion Artistry dari The World University Tucson, Arizona, USA tahun1984.
Sekarang beliau tinggal di Kompleks Bappenas 8, Jalan Condet Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Beberapa kegiatan lain yang tengah beliau lakukan salah satunya sebagai Anggota Women's World Banking, Amsterdam dan Ketua Kehormatan Papita Martha. Dan hari ini Beliau telah siap untuk mengetengahkan buah pikirannya dengan makalahnya di tengah tengah kita semua.  
Selanjutnya yang kedua, duduk di sebelah kiri kita ialah saudara .....  selaku notulis kita pada diskusi kali ini, saudara ..... sehari-harinya dikenal oleh masyarakat sebagai seorang yang ramah, dan mudah dalam bergaul.  Sekarang saudara hikmah sedang menitih pendidikan di semester 4 sebagai mahasiswa fakultas kedokteran specialis kulit dan kecantikan di universitas brawijaya. Banyak berprestasi dalam kesenian dan kebudayaan Indonesia seperti tari tari tradisional, dan perwayangan. Ia aktif di banyak organisasi seperti karang taruna dan remaja masjid. 
Setelah kami perkenalkan satu-persatu pemakala dan notulis maka kami sampaikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1.
Agar diskusi kita berjalan dengan lancar, maka pemakalah akan kita persilakan untuk menyajikan makalahnya selama 30 menit. Sedangkan untuk sesi tanya jawab akan kita beri waktu selama 45 menit, setelah ibu Martha tilaar menyajikan makalahnya.
2. Selama pembacaan makalah tidak ada interupsi.
3. Pada saat berdiskusi, tiap babak kami berikan kepada tiga penanya.

Demikian aturan yang akan kita pakai. Selanjutanya segera kami berikan kesempatan untuk pakar kita agar segera menyampaikan isi makalahnya, untuk itu yang terhormat ibu Martha Tilaar agar berkenan menyampaikan isi makalahnya

Waste and Unemployed



Dewasa ini sampah selalu identik dengan permasalahan dibelahan dunia manapun. Problem klasik sampah selalu dihadapi oleh penduduk dunia, tetutama di wilayah perkotaan. Kerena usaha mengurangi volume sampah lebih kecil dari pada laju produksinya.
Pernahkah anda menghitung berapa banyak sampah yang anda hasilkan setiap harinya? Merujuk pada asumsi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), per hari setiap penduduk Indonesia menghasilkan 0,8 kg sampah. Total sampah 237 juta penduduk  x 0,8 kg = 189 juta ton sampah/hari. Dengan rincian 15% berupa sampah plastik atau sejumlah 28,4 juta ton sampah plastik/hari. Padahal sampah plastik inilah yang paling sulit diatasi. Mengapa? sebab membutuhkan waktu kurang lebih 400 th bagi mikroorganisme untuk menguraikannya.
Sebagai gambaran kota Surabaya, lahan TPA Benowo satu satunya TPA yang dimiliki dengan luas lahan sebesar 37,4 Ha. Saat ini timbunan sampah di TPA Benowo sudah mencapai sekitar 15 m, Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk membatasi ketinggian timbunan sampah di TPA Benowo sampai sekitar 20 m. Menurut badan pengelolaan sampah di TPA benowo di tahun 2011, volume sampah masuk per hari mencapai 10.000 m3/hari. Perkiraan jumlah timbulan sampah tahun 2011 untuk 806.794 rumah tangga yaitu sebesar 1200 ton/hari. Dapat  kita bayangkan tidak sampai 5 tahun lagi timbunan sampah di TPA benowo akan mencapai batas maksimal, dan itu artinya pemerintah Surabaya harus mencanangkan program untuk pembangunan TPA-TPA baru. Jika terus membangun TPA baru, maka dapat dibayangkan Jawa timur akan penuh dengan TPA TPA. Jika tidak ada tindakan yang menangani penimbunan sampah tersebut maka ekosistem bumi akan dipenuhi oleh sampah.
Dari sekian banyak masalah- yang sedang mendera bangsa Indonesia, selain masalah sampah, salah satunya adalah masalah ekonomi berupa tingginya angka pengangguran, rendahnya tingkat penghasilan masyarakat serta kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh belum tuntasnya penanganan sampah. Data BPS menunjukkan, pada Februari 2011 dari total angkatan kerja sebanyak 119,3 juta orang, sebanyak 8,12 juta menganggur dan terdapat 30,02 juta orang miskin.
Menurut data diatas, alangkah baiknya jika jutaan orang miskin dan menganggur tersebut dapat memanfaatkan dan mengolah limbah yang keberadaannya semakin menumpuk seiring bertambahnya populasi manusia terutama limbah plastic yang sukar diuraikan.
Bagaimana caranya? Pertama, kita harus membiasakan diri memilah sampah. Kita sendirikan sampah organik seperti dedaunan, sisa makanan, sayur, buah busuk dan lain lain. Sampah-sampah organic tersebut dapat kita gunakan untuk pakan ternak serta membuat pupuk kompos yang berguna bagi tanaman. Sendirikan sampah sampah kertas. Sampah dari kertas tersebut dapat kita gunakan untuk membuat kertas daur ulang dan miniature dari bubur kertas. Kita kumpulkan limbah limbah plastic yang sekiranya masih dapat dipakai kembali atau didaur seperti sisa plastic bekas detergen, sabun cuci piring, molto dan lain sebagainya.
Nah, hal ini adalah tantangan bagi kita untuk peduli lingkungan. Sebagian masyarakat mengubur atau membakar produksi. Tindakan tersebut jelas tidak tepat. Sebab, dengan mengubur limbah kaleng dan plastic tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah pencemaran tanah dan pencemaran air. Karena mikroorganisme tidak dapat menguraikan sampah-sampah tersebut. Air tanah yang tercemar akan mengganggu kesehatan manusia. Sedangkan membakar sampah dapat menghasilkan emisi karbon yang kemudian menumpuk di atmosfer sehingga memperparah global warming.
Lalu bagaimana jalan keluar untuk mengurangi penimbunan sampah tersebut sekaligus dapat membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat? Nah, setelah sampah-sampah disetiap rumah dipilah pilang menurut jenisnya, kita kumpulkan sampah tesebut dalam satu dasa wisma. Sampah sampah plastic yang sepertinya tidak berguna akan kita sulap menjadi barang-barang cantik, unik, memiliki daya guna tinggi serta bernilai jual.
Kedua, barangkali diantara warga ada yang berpotensi merancang pola sederhana, menjahit, sehingga dari sampah-plastik itu dapat dihasilkan barang barang bernilai jual seperti tas, dompet, sandal, sabuk, dan souvenir-souvenir lucu yang memiliki daya guna lebih dari sekedar sampah plastic. Dasa wisma tersebut bisa menjadi kampong wisata yang dapat meningkatkan taraf perkonomian masyarakat. Ternyata sampah yang selama ini kita nilai sebagai barang barang yang terbuang dan tidak memiliki daya guna dapat dimanfaatkan untuk hal hal lebih berguna sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Tinggal para manusia mempunya kesadaran terlebih kemauan untuk mengolah sampah sampah yang terus menumpuk itu atau tidak. 

Sumber: Dari berbagai sumber

Kamis, 14 Februari 2013

Jenis Jenis Majas dan Contohnya (Bahasa Indonesia)


       Majas dapat didefinisikan sebagai cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain (KBBI). Namun secara umum majas dapat pula dikatakan sebagai gaya bahasa atau cara yang digunakan oleh penulis untuk menimbulkan efek tertentu pada pembaca. Cara yang digunakan pun sangat beragam. Majas dalam bahasa Indonesia dibagi atas empat jenis, yaitu:
1.    Majas perbandingan
2.    Majas pertentangan
3.    Majas sindiran
4.    Majas penegasan

                 Majas perbandingan merupakan majas yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan membandingkannya dengan sesuatu yang lain. 
1.    Majas Personifikasi yaitu majas yang digunakan untuk memperjelas maksud dengan menjadikan benda-benda yang digambarkan dapat berlaku seperti manusia.  Contoh : Nyiur melambai-lambai, matahari keluar dari peraduannya, awan hitam mengukir langit.

2. Majas Asosiasi yaitu majas yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya (memiliki persamaan sifat). Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

3. Majas Metafora, adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan
                Contoh :
o  Kapan saudara berjumpa dengan lintah darat itu?
o  Aku sungguh takjub melihat kecantikan bunga desa itu.
o  Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
o  Raja siang keluar dari ufuk timur
o  Jonathan adalah bintang kelas dunia.
o  Harta karunku (sangat berharga)
4.    Majas Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

5.    Majas Sinestesia: yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.

6.    Majas Metonimia, yaitu majas untuk mengemukakan sesuatu dengan menggantikan dengan sifat, atau nama, atau sesuatu yang merupakan ciri khas dari benda-benda tersebut.
     Contoh : Saya pergi ke Jakarta naik Garuda.
7.    Majas Eufemisme, yaitu majas untuk mengemukakan pikiran atau perasaan dengan menggunakan kata-kata dengan arti yang baik dengan maksud agar tidak menyinggung perasaan orang. Eufemisme dapat pula berupa ungkapan-ungkapan penghalus untuk menggantikan  kata-kata yang dirasakan kurang sopan.
Contoh :
1.) Sejak ditinggal suaminya, ia agak kurang waras
2.) Kemampuan Andi dalam memahami pelajaran agak lamban.
8.    Majas Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.

9.    Majas Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular yang menggeliat.
10.    Majas Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
11.     Majas Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
12.    Majas Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata. contoh:Kita bermain ke rumah Ina.
13.  Majas Sinekdokhe, adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
1. Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian. Contoh:
1. Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
14.    Alegori
          Alegori adalah Majas yang menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
          Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
          Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
15.    Majas Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”. Membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

16.    Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a)   Ia terkenal sebagai buaya darat.
b)   Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
c)   Melati, lambang kesucian


B. Majas Pertentangan 
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
     Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?
5.    Majas Oksimoron : adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis

6.    Majas Anakronisme : Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)
7.    Majas Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai
8.    Majas Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Contoh: Andi mengundang semua temannya, kecuali Dono.

C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, tidak pernah mengerjakan tugas.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
4) Majas Satire Adalah ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
5) Majas Innuendo Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya

D. Majas Penegasan
     Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
c) Bagi yang telah dipanggil namanya, silakan maju ke depan.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam
sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan
kata bersinonim.
Contoh:
a)  Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut turut dan makin lama
makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut turut yang makin
lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.


7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban.
Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan
8)   Majas Koreksio Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
9)    Majas Asindeton  Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
10)  Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung. 
11) Majas  Interupsi  adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
12) Majas Eksklmasio  Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
13) Majas Enumerasio Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
14)  Majas Silepsis dan Zeugma Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain, sebenarnya hanya salah satunya yang mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
15) Majas Apofasis atau Preterisio Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
15) Majas Aliterasi:  Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
16)  Majas Paralelisme: Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris  atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang
18) Majas Antanaklasis adalah yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
19)  Majas Anastrof atau Inversi  Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
20) Majas Retoris Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
21) Majas Elipsis Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
22) Majas Alonim Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23) Majas Kolokasi Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24) Majas Pararima Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
25) Majas Preterito Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
26) Majas Sigmatisme Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.

Dari berbagai sumber
                                                                                    

Contoh text Moderator


Yang kami hormati Ibu Martha Tilaar selaku pemakalah
Yang kami hormati pula saudara Hikmah sekarningtyas selaku notulis
serta mahasiswa – mahasiswi fakultas farmasi dan hadirin undangan diskusi yang berbahagia

Assalamualaikum Wr. Wb
Baiklah saudara-saudara mahasiswa dan para tamu undangan diskusi, marilah kita buka pertemuan pagi ini dengan terlebih dahulu mengucap puji syukur kehadlirat Allah SWT,  atas rahmatnya kita dapat berkumpul di gedung ekslusif ini untuk membahas masalah pemalsuan produk obat-obatan terutama produk kecantikan di pasaran.
Kedua kalinya saya sebagai moderator mengucapkan Selamat datang bagi saudara-saudara mahasiswa fakultas farmasi dari seluruh Indonesia dan hadirin undangan diskusi yang telah hadir pada Diskusi yang menarik ini, yang dilaksanakan di gedung yang juga ekslusif, yaitu Gedung serbaguna fakultas farmasi UNAIR.
Saudara-saudara yang kami hormati, sebagimana tercantum dalam undangan, diskusi kali ini mengambil tema sentral mengenai  “Pemalsuan produk-produk kecantikan di pasaran” Untuk itu semua tentu sangat membutuhkan informasi sekaligus upaya untuk menanggulangi masalah tersebut sehingga  tidak menimbulkan masalah baru.
Diskusi yang menarik ini dilatarbelakangi oleh adanya keprihatinan kita pada pemalsuan produk produk kecantikan yang banyak beredar di pasaran, yang dewasa ini banyak menimbulkan berbagai masalah baik bagi pihak farmasi, produsen serta masyarakat konsumen. Oleh karena itu, diskusi kita hari ini akan bertujuan untuk mengungkap masalah pemalsuan produk obat obatan terutama produk kecantikan agar tidak banyak lagi menimbulkan masalah, yang kedua untuk menarik minat para mahasiswa jurusan farmasi untuk menggali pengetahuan lebih dalam mengenai produk kecantikan yang baik, dan mencari upaya-upaya untuk menanggulangi masalah pemalsuan produk-produk kecantikan.
Sebelum memasuki masalah intinya, perkenankanlah saya sebagai moderator untuk memperkenalkan diri, tak kenal maka tak sayang bukan? Nama saya ...... , saya anak pertama dari dua bersaudara. Alhamdulillah sekarang saya sedang berusaha menyelesaikan studi saya di semester 6 jurusan apoteker dan ahli farmasi Universitas Airlangga, 7 bulan terkahir saya bekerja sebagai asisten apoteker di RS. Dr. Ramelan Surabaya. selain itu, akhir akhir ini saya juga banyak bergabung dalam beberapa organisasi, sekarang saya sedang menjabat sebagai ketua Remas di masjid At-taqwa JL. Darmo Surabaya. Beberapa prestasi yang pernah saya raih adalah juara 1 english story telling contest tingkat provinsi tahun 2011, English debate contest se jawa bali tahun 2011 dan juara 1 duta air tingkat provinsi jawa timur tahun 2010. Untuk memperlancar kegiatan diskusi pada pagi yang meriah ini, Saya sebagai moderator akan berusaha memandu acara hingga selesai.
Untuk menyemarakkan acara diskusi, sengaja kami undang dan telah hadir di tengah tengah kita seorang pakar kecantikan yang akan berbicara mengetengahkan buah pikiran dan pendapatnya
bernama ibu Martha tilaar. beliau lahir 75 tahun yang lalu, pada 4 september di Kebumen Jawa Tengah. Beliau adalah seorang pengusaha terkemuka Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang yang tidak asing di telinga kita semua, Sariayu Martha Tilaar. Beliau memiliki empat orang anak, yaitu Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar,Wulan Tilaar, dan Kilala Tilaar setelah dipersunting oleh bapak H.A.R Tilaar. Ibu Martha tilaar adalah sosok wanita yang pantang menyerah dan tak kenal lelah. Beliau pula sosok yang begitu berjasa dalam meningkatkan produk produk kecantikan dalam negeri. Saat kebetulan, suami beliau mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. beliau pun mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS.
Begitu lulus dari akademi kecantikan, beliau segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam. Beliau memiliki segudang pengalaman di luar negri khususnya yang berkaitan dengan kecantikan. Pendidikan yang pernah dienyamnya adalah SD St. Theresia, Jakarta tahun 1949, SMP St. Theresia, Jakarta lulus pada tahun 1955, lulusan SMA St. Ursula, Jakarta tahun 1957, kemudian melanjutkan studinya di IKIP Jakarta, mengenyam beberapa kursus kecantikan di Jakarta, Bangkok, Hongkong, Tokyo, London, Paris dan yang terkahir New York.
Jabatan yang pernah disandangnya adalah Karyawan Campes Beauty Salon, Indiana Universty, AS, beliau juga pernah berkarir sebagai guru dan dosen di Universitas IKIP Jakarta, berpengalaman berkarir sebagai direktur perusahaan perusahaan kecantikan dan pernah menjabat sebagai Doktor Kehormatan bidang Fashion Artistry dari The World University Tucson, Arizona, USA tahun1984.
Sekarang beliau tinggal di Kompleks Bappenas 8, Jalan Condet Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Beberapa kegiatan lain yang tengah beliau lakukan salah satunya sebagai Anggota Women's World Banking, Amsterdam dan Ketua Kehormatan Papita Martha. Dan hari ini Beliau telah siap untuk mengetengahkan buah pikirannya dengan makalahnya di tengah tengah kita semua.  
Selanjutnya yang kedua, duduk di sebelah kiri kita ialah saudara .....  selaku notulis kita pada diskusi kali ini, saudara ..... sehari-harinya dikenal oleh masyarakat sebagai seorang yang ramah, dan mudah dalam bergaul.  Sekarang saudara hikmah sedang menitih pendidikan di semester 4 sebagai mahasiswa fakultas kedokteran specialis kulit dan kecantikan di universitas brawijaya. Banyak berprestasi dalam kesenian dan kebudayaan Indonesia seperti tari tari tradisional, dan perwayangan. Ia aktif di banyak organisasi seperti karang taruna dan remaja masjid. 
Setelah kami perkenalkan satu-persatu pemakala dan notulis maka kami sampaikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1.
Agar diskusi kita berjalan dengan lancar, maka pemakalah akan kita persilakan untuk menyajikan makalahnya selama 30 menit. Sedangkan untuk sesi tanya jawab akan kita beri waktu selama 45 menit, setelah ibu Martha tilaar menyajikan makalahnya.
2. Selama pembacaan makalah tidak ada interupsi.
3. Pada saat berdiskusi, tiap babak kami berikan kepada tiga penanya.

Demikian aturan yang akan kita pakai. Selanjutanya segera kami berikan kesempatan untuk pakar kita agar segera menyampaikan isi makalahnya, untuk itu yang terhormat ibu Martha Tilaar agar berkenan menyampaikan isi makalahnya

Waste and Unemployed



Dewasa ini sampah selalu identik dengan permasalahan dibelahan dunia manapun. Problem klasik sampah selalu dihadapi oleh penduduk dunia, tetutama di wilayah perkotaan. Kerena usaha mengurangi volume sampah lebih kecil dari pada laju produksinya.
Pernahkah anda menghitung berapa banyak sampah yang anda hasilkan setiap harinya? Merujuk pada asumsi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), per hari setiap penduduk Indonesia menghasilkan 0,8 kg sampah. Total sampah 237 juta penduduk  x 0,8 kg = 189 juta ton sampah/hari. Dengan rincian 15% berupa sampah plastik atau sejumlah 28,4 juta ton sampah plastik/hari. Padahal sampah plastik inilah yang paling sulit diatasi. Mengapa? sebab membutuhkan waktu kurang lebih 400 th bagi mikroorganisme untuk menguraikannya.
Sebagai gambaran kota Surabaya, lahan TPA Benowo satu satunya TPA yang dimiliki dengan luas lahan sebesar 37,4 Ha. Saat ini timbunan sampah di TPA Benowo sudah mencapai sekitar 15 m, Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk membatasi ketinggian timbunan sampah di TPA Benowo sampai sekitar 20 m. Menurut badan pengelolaan sampah di TPA benowo di tahun 2011, volume sampah masuk per hari mencapai 10.000 m3/hari. Perkiraan jumlah timbulan sampah tahun 2011 untuk 806.794 rumah tangga yaitu sebesar 1200 ton/hari. Dapat  kita bayangkan tidak sampai 5 tahun lagi timbunan sampah di TPA benowo akan mencapai batas maksimal, dan itu artinya pemerintah Surabaya harus mencanangkan program untuk pembangunan TPA-TPA baru. Jika terus membangun TPA baru, maka dapat dibayangkan Jawa timur akan penuh dengan TPA TPA. Jika tidak ada tindakan yang menangani penimbunan sampah tersebut maka ekosistem bumi akan dipenuhi oleh sampah.
Dari sekian banyak masalah- yang sedang mendera bangsa Indonesia, selain masalah sampah, salah satunya adalah masalah ekonomi berupa tingginya angka pengangguran, rendahnya tingkat penghasilan masyarakat serta kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh belum tuntasnya penanganan sampah. Data BPS menunjukkan, pada Februari 2011 dari total angkatan kerja sebanyak 119,3 juta orang, sebanyak 8,12 juta menganggur dan terdapat 30,02 juta orang miskin.
Menurut data diatas, alangkah baiknya jika jutaan orang miskin dan menganggur tersebut dapat memanfaatkan dan mengolah limbah yang keberadaannya semakin menumpuk seiring bertambahnya populasi manusia terutama limbah plastic yang sukar diuraikan.
Bagaimana caranya? Pertama, kita harus membiasakan diri memilah sampah. Kita sendirikan sampah organik seperti dedaunan, sisa makanan, sayur, buah busuk dan lain lain. Sampah-sampah organic tersebut dapat kita gunakan untuk pakan ternak serta membuat pupuk kompos yang berguna bagi tanaman. Sendirikan sampah sampah kertas. Sampah dari kertas tersebut dapat kita gunakan untuk membuat kertas daur ulang dan miniature dari bubur kertas. Kita kumpulkan limbah limbah plastic yang sekiranya masih dapat dipakai kembali atau didaur seperti sisa plastic bekas detergen, sabun cuci piring, molto dan lain sebagainya.
Nah, hal ini adalah tantangan bagi kita untuk peduli lingkungan. Sebagian masyarakat mengubur atau membakar produksi. Tindakan tersebut jelas tidak tepat. Sebab, dengan mengubur limbah kaleng dan plastic tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah pencemaran tanah dan pencemaran air. Karena mikroorganisme tidak dapat menguraikan sampah-sampah tersebut. Air tanah yang tercemar akan mengganggu kesehatan manusia. Sedangkan membakar sampah dapat menghasilkan emisi karbon yang kemudian menumpuk di atmosfer sehingga memperparah global warming.
Lalu bagaimana jalan keluar untuk mengurangi penimbunan sampah tersebut sekaligus dapat membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat? Nah, setelah sampah-sampah disetiap rumah dipilah pilang menurut jenisnya, kita kumpulkan sampah tesebut dalam satu dasa wisma. Sampah sampah plastic yang sepertinya tidak berguna akan kita sulap menjadi barang-barang cantik, unik, memiliki daya guna tinggi serta bernilai jual.
Kedua, barangkali diantara warga ada yang berpotensi merancang pola sederhana, menjahit, sehingga dari sampah-plastik itu dapat dihasilkan barang barang bernilai jual seperti tas, dompet, sandal, sabuk, dan souvenir-souvenir lucu yang memiliki daya guna lebih dari sekedar sampah plastic. Dasa wisma tersebut bisa menjadi kampong wisata yang dapat meningkatkan taraf perkonomian masyarakat. Ternyata sampah yang selama ini kita nilai sebagai barang barang yang terbuang dan tidak memiliki daya guna dapat dimanfaatkan untuk hal hal lebih berguna sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Tinggal para manusia mempunya kesadaran terlebih kemauan untuk mengolah sampah sampah yang terus menumpuk itu atau tidak. 

Sumber: Dari berbagai sumber